Nama : Siti Rahmawati
Nim : 208820300169
Prodi : PBI
Bimbingan konseling
A. Pengertian bimbingan konseling
Menurut Abu Ahmadi, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
Menurut Jones, konseling adalah suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya
Pada dasarnya, pengertian bimbingan konseling merupakan sebuah proses interaksi antara konselor dan konseli, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya maupun dapat memecahkan permasalahan yang sedang dialaminya.
B. Tujuan bimbingan konseling
Setelah memahami pengertian bimbingan konseling, tentu dalam pelaksanaannya bimbingan konseling dilakukan tak lepas dari tujuan yang ingin dicapai. Lalu apa saja tujuan dari pengertian bimbingan konseling tersebut? berikut tujuan adanya bimbingan konseling.
1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier, serta kehidupan peserta didik di masa yang akan datang.
2 Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.
Mengetahui hambatan dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dalam masyarakat.
3. Mengembangkan hambatan dan kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat.
4. Mengembangkan seluruh potensi dengan kekuatan yang dimiliki oleh peserta didik seoptimal mungkin.
5. Memiliki kesadaran diri untuk menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.
6. Mampu melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif.
7. Mampu mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi.
C. Macam-Macam Teknik Dalam Konseling
1. Melayani (Attending)
Menurut Carkhuff (1983), melayani klien secara pribadi merupakan upaya yang dilakukan konselor dalam memberikan perhatian secara total kepada klien. Hal ini ditampilkan melalui sikap tubuh dan ekspresi wajah.
2. Empati
Teknik empati erat kaitannya dengan melayani. Empati di dalam pengertian bimbingan konseling artinya adalah kemampuan konselor untuk dapat merasakan dan menempatkan dirinya di posisi klien dengan memerhatikan postur klien dan ekspresi wajahnya, kemudian mendengarkan dengan hati-hati apa yang diceritakan klien dan memahaminya.
3. Refleksi
Selanjutnya teknik refleksi yang merupakan upaya konselor untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentang apa yang dirasakan oleh klien dengan cara memantulkan kembali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien.
4. Eksplorasi
Teknik di dalam pengertian bimbingan konseling ini merupakan keterampilan konselor untuk menggali prasarana, pengalaman, dan pikiran klien. Teknik eksplorasi ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan, dan terancam.
5. Menangkap Pesan Utama (Paraphrasing)
Teknik ini memerlukan kemampuan konselor untuk dapat menangkap pesan utama yang disampaikan oleh klien. Hal ini sangat penting dan diperlukan, karena kadang klien mengemukakan perasaan, pikiran, dan pengalamannya secara berbelit-belit, berputar-putar, atau terlalu panjang.
6. Bertanya untuk Membuka Percakapan (Open Question)
Teknik ini caranya adalah klien mulai bertanya tetapi tidak diawali dengan kata “mengapa” atau “apa sebabnya”, melainkan menggunakan kata-kata seperti: “apakah”, “bagaimanakah”, “adakah”, “bolehkah”, atau “dapatkah”.
7. Bertanya Tertutup (Close Question)
Teknik pertanyaan tertutup ini adalah bentuk-bentuk pertanyaan yang sering dijawab dengan singkat oleh klien, seperti “ya” atau “tidak”. Teknik ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi, menjernihkan dan memperjelas sesuatu, dan menghentikan obrolan klien yang menyimpang terlalu jauh.
8. Dorongan Minimal (Minimal Encouragement)
Teknik pada pengertian bimbingan konseling ini adalah upaya seorang konselor agar kliennya selalu terlibat dalam pembicaraan dan membuka dirinya sendiri pada konselor. Dorongan ini diucapkan dengan kata “oh ya”, “lalu”, “dan”, dan lainnya dengan tujuan klien semangat menyampaikan masalahnya.
9. Interpretasi
Dalam interpretasi, konselor menggunakan teori-teori konseling dan menyesuaikannya dengan permasalahan klien. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya subjektivitas dalam hubungan konseling.
10. Mengarahkan (Directing)
Teknik ini menuntut konselor harus memiliki kemampuan mengarahkan klien untuk berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling, agar klien bersedia melakukan sesuatu yang diarahkan konselor.
11. Menyimpulkan Sementara
Hasil percakapan yang telah dilakukan antara konselor dan klien harus disimpulkan oleh konselor untuk memberikan gambaran kilas balik atau feedback atas hal-hal yang sudah diungkapkan sehingga klien mampu menyimpulkan kemajuan pembicaraannya secara bertahap.
12. Memimpin (Leading)
Di teknik ini, konselor harus memiliki keterampilan memimpin percakapan agar tidak menyimpang dari masalah sehingga tujuan utama konseling dapat tercapai sesuai sasarannya.
13. Konfrontasi
Teknik konfrontasi ini menantang klien untuk melihat adanya diskrepansi atau inkonsistensi antara perkataan dan bahasa tubuh, ide awal dengan ide berikutnya, senyum dengan kesedihannya, dan lain sebagainya.
14. Menjernihkan
Tujuan dari teknik ini yakni untuk menjernihkan tutur kata klien yang kurang jelas atau samar-samar dalam menyampaikan permasalahannya. Konselor bertugas untuk memperjelas apa yang ingin disampaikan klien.
15. Memudahkan (Facilitating)
Teknik ini dilakukan dengan keterampilan konselor yang mampu membuka komunikasi agar klien mudah berbicara dan menyatakan perasaan, pikiran, dan pengalamannya secara bebas.
16. Diam
Teknik diam ini memiliki alasan yakni agar konselor memberi waktu klien untuk berpikir, berperilaku melayani, dan memiliki empati.
17. Mengambil Inisiatif
Teknik di dalam pengertian bimbingan konseling ini dilakukan konselor sebagai upaya mengambil inisiatif apabila klien kurang bersemangat dalam menyampaikan pikiran dan perasaannya.
18. Memberi Nasihat
Konselor berhak memberi nasihat jika klien meminta nasihat. Meski demikian, konselor juga harus mempertimbangkan apakah nasihat yang diberikan sesuai dan pantas atau tidak.
19. Memberikan Informasi
Sebagai konselor, ia harus jujur ketika ia tak memiliki pengetahuan mengenai hal yang ditanyakan oleh klien. Tapi sebisa mungkin memberikan informasi jika memang mengetahui pengetahuan yang ditanyakan atau diinginkan klien.
20. Merencanakan
Tahap merencanakan ini merupakan tahap yang isinya membicarakan kepada klien mengenai hal apa yang akan jadi program selama konseling.
Komentar
Posting Komentar