guru

 Nama : Siti Rahmawati

Nim : 208820300169

Prodi : PBI

Semester : 4

Landasan Bimbingan konseling dan Kaitannya dengan guru

Terdapat Lima landasan yang ada dalam bimbingan konseling yaitu sebagai berikut:

1. Landasan religius

Landasan religius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan Klien/siswa sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliaannya menjadi fokus  Sentral upaya bimbingan dan konseling 

2. Landasan filosofis

Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan Pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan  Bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis,  Etis maupun estetis. 

3. Landasan sosial-budaya

Merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor Tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang  Mempengaruhi terhadap perilaku individu .

4. Landasan pskologis

Merupakan landasan yang memberikan pemahaman bahwa Tingkah laku individu tidak terjadi dalam keadaan kosong, melainkan mengandung latar  belakang, latar depan, sangkut paut dan isi tertentu. Tingkah laku berlangsung  dalam lingkungan tertentu yang didalamnya terdapat unsur waktu, tempat, dan  berbagai kondisi lain. Tingkah laku merupakan perwujudan hasil interaksi antara  keadaan intern dan ekstern .

5. Landasan pedagogis

Pedagogis merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas pendidik  dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak. 

Dari Lima landasan tersebut, seorang guru patut mengetahui dan memahaminya. Guru dapat dikatakan berhasil apabila dapat memberikan perkembangan terhadap peserta didiknya. Perkembangan peserta didik tersebut tidak terlepas dari latar belakang keluarga, lingkungan, dan sosial budaya peserta didik tersebut. Selain itu, guru juga dapat memasuki dunia peserta didiknya, artinya sebagai guru harus memahami karakter dan kepribadian peserta didiknya. Tidak hanya sebagai guru, tapi juga berperan sebagai orang tua sehingga peserta didik dapat merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pembelajaran.

Peserta didik memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Guru harus mengenali dan tidak menyamaratakan kemampuan peserta didik di dalam pembelajaran. Ada peserta didik dengan kemampuan penyerapan materi yang lambat dan ada juga yang cepat. Oleh karena itu, kapasitas pembelajaran yang diberikan sesuai dengan kapasitas kemampuan setiap peserta didik. Di samping itu, guru juga sebaiknya tidak memaksakan kehendak terhadap peserta didiknya dengan memberikan tugas yang dapat memberatkan para peserta didik. Selain itu, guru juga harus menyampaikan materi dengan metode yang menyenangkan atau tidak membosankan bagi peserta didik. Dan juga senantiasa memberikan contoh perilaku yang baik bagi peserta didiknya.


Komentar