Selamat Siang semua.
Perkenalkan nama saya Ripa Eka Nurwanda, dari prodi pendidikan bahasa Inggris. Di STKIP Syekh Manshur Pandeglang, semester 4.
Landasan pendidikan secara umum paling tidak ada 5 landasan yang ada dalam bimbingan konseling yaitu sebagai berikut:
A. Landasan Religius.
Di Indonesia Agama dipahami sebagai sistem kepercayaan, tingkah laku, nilai, pengalaman dan yang terinstitusionalisasi, diorientasikan kepada masalah spiritual/ritual yang diterapkan dalam sebuah komunitas dan diwariskan antar generasi dalam tradisi.
Pemahaman agama di sekolah sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan pertumbuhan kepribadian anak didik, karena pendidikan agama mempunyai dua aspek penting yaitu :
1. Aspek pertama dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian.
2. Aspek kedua dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada pikiran atau pengajaran agama itu sendiri.
Ada beberapa peran agama dalam kesehatan mental, antara lain :
1. Dengan agama dapat memberikan bimbingan dalam hidup
2. Aturan agama dapat menentramkan batin.
3. Ajaran agama sebagai penolong dalam kebahagiaan hidup
4. Ajaran agama sebagai pengendali moral
5. Agama dapat menjadi terapi jiwa
6. Agama sebagai pembinaan mental
B. Landasan Filosofis
Filosofis atau filsafat berasal dari bahasa Yunani Philos berarti cinta dan sophos berarti bijaksana, jadi filosofis berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan.
Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, etis maupun estetis.
Dari berbagai aliran filsafat yang ada, para penulis Barat .(Victor Frankl, Patterson, Alblaster & Lukes, Thompson & Rudolph, dalam Prayitno, 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut :
• Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya.
• Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.
• Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan.
• Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.
• Manusia memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam.
• Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.
• Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan menjadi apa manusia itu.
• Manusia pada hakikatnya positif, yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun, manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu.
C. Landasan sosial budaya dalam bimbingan dan konseling
Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya, ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan polapola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya.
Berikut faktor-faktor sosial budaya yang menimbulkan kebutuhan manusia akan bimbingan:
a. Perubahan Konstelasi Keluarga
Ketidakberfungsian keluarga yang melahirkan dampak negatif bagi perkembangan moralitas anak. Perubahan pola kerja keluarga, renggangnya hubungan orang tua dengan anak, kurangnya perhatian dan kesempatan untuk membimbing anak, serta berbagai stres konflik dan frustasi para orang tua maupun anak.
b. Perkembangan Pendidikan
Demokrasi dalam bidang kenegaraan menyebabkan demokratisasi dalah kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Hal ini berarti membuka luas bagi setiap orang untuk menikmati pendidikan. Kesempata yang terbuka ini memungkinkan berkumpulnya murid-murid yang berasal dari berbagai latar belakang antara lain: agama, etnis, keadaa sosial, adat istiadat dan ekonomi. Hal semacam ini menimbulkan bekembangnya masalah yang dihadapi oleh orang yang terlibat dalam kelompok campuran tersebut.
c. Dunia Kerja
Berbagai masalah dalam dunia kerja menuntut keahlian khusus dari pekerja. Untuk itu perlu dipersiapkan tenaga-tenaga yang terampil dan memiliki sikap mental yang tangguh dalam bekerja.
d. Perkembangan Kota Metropolitan
Perkembangan masyarakat telah mengubah pola kehidupan masyarakat terutama di kota-kota besar yang tahap perkembangannya lebih tinggi dan sangat cepat, pola kehidupan telah banyak berubah. Kehidupan kolektif menjadi semakin tipis, telah berubah menjadi kehidupan yang lebih bersifat individualistic, hubungan antar warga semakin renggang, sibuk dengan urusan masing-masing.
D. landasan psikologis
Psikologi merupakan kajian tentang tingkah laku individu. Landasan psikologis dalam bimbingan dan konseling memberikan pemahaman tentang tingkah laku individu yang menjadi sasaran layanan. Hal ini diperlukan karena ruang lingkup bimbingan dan konseling adalah ruang lingkup klien, yang perlu diubah atau dikembangkan
Salah satu aspek psikis yang penting diketahui adalah motif,karena keberadaannya sangat berperan dalam tingkah laku individu.Pada dasarnya tidak ada tingkah laku yang tanpa motif,artinya setiap tingkah laku individu itu bermotif.
E. Landasan Pedagogis
Pedagogis merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak.
Analisis mengenai landasan BK ini bagaimana kaitannya dengan kalian sebagai calon guru ?
Jawaban :
Sangat penting bagi seorang Konselor mengetahui dan memahami landasan dasar dalam bimbingan dan konseling. Pentingnya landasan ini adalah agar seorang Konselor tidak salah langkah dalam menyikapi siswa atau peserta didik yang akan dibina.
Komentar
Posting Komentar